AKAD NIKAH
Masjid baiturrahman di jalan raya
tempurejo no.2 surabaya,terbuka untuk umum barang kali para jamaah yang anaknya
mau menikah bisa melakukan akad nikah di dalam masjid tapi harus secara
islami,sebagaimana akad nikah yang di lakukan saudari Dwi Esti dan Yoyo Susanto, pada hari senin tgl 24 April 2017 di
masjid baiturrahman pukul 09.00 wib.
sudah menjadi sunnatullah bahwa
setiap yang diciptakan di dunia ini senantiasa berpasangan. Pada tumbu-
tumbuhan terdapat benangsari dan putik,pada binatang terdapat istilah jantan
dan betina,sedangkan pada manusia terdapat jenis pria dan wanita. Kesemuanya
itu di maksudkan agar satu sama lainnya berpadu demi perkembangan dan
kelangsungan hidupnya. Lalu apa sebenarnya hakikat dari pertunangan itu sendiri,kadang masih banyak yang salah mengenai ini.
Pertunangan telah dikenal dalam islam dengan nama Khitbah, namun khitbah dalam
islam memiliki aturan yang telah di tentukan syariat islam dalam bahasa jawa
kita mengenal tetalen,dari kata tali, tali kita kenal sebagai pengikat,begitu
juga dalam kata pertunangan ,mengikat kedua calon, sehingga tidak bebas
menerima orang lain sebelum putusnya tetalen itu..
Makna khitbah adalah melamar, meminang atau pertunangan,sedangkan
pertunangan itu sendiri adalah semacam upacara atau ritual tertentu yang
merismikan bahwa suatu pasangan itu sepakat mau menikah nantinya.
Apabilah khitbah itu di terima,maka barulah wanita itu menjadi wanita yang
berstatus makhtubah yaitu wanita
yang sudah di lamar,dipinang, di pertunangkan.Namun apabila khitbah itu tidak diterima,ditolak
dengan halus,atau tidak dijawab sampai waktunya,sehingga statusnya mengantung,
maka wanita itu tidak dikatakan sebagai wanita yang sudah dikhitbah.
Kalau sudah makhtubah maka wanita itu tidak boleh menerima lamaran laki-laki
lain.banyak orang keliru memahami, bahwa mentang-mentang sudah terjadi lamaran,
seolah-olah sudah layaknya jadi suami istri.orang tua lantas membolehkan
pasangan ini kemana-mana berduaan,bahkan tidak sedikit mereka yang sudah
mendahalui melakukan percumbuan sampai perselingkuhan
alias zina bersetubuh.sayang sekali pandangan keliru ini kemudian dianggap
biasa,seiring dengan masuknya gaya hidup hedonis dan permisif yang melanda umat
islam.
Selingkuh yg dalam kamus islam
dikenal dengan zina.anda mungkin berkata,kami tidak melakukan,kami tidak
berbuat,kami sekedar tertarik,saling pandang,berbicara,curhat,kami sekedar
berteman akrab,jalan bareng,makan bareng,saling mengunjungi,saling bergurau dan
bercerita,saling…….dan seterusnya,kepada anda saya katakan,jika anda telah
bersuami atau beistri maka itulah selingkuh.



Tidak ada komentar